Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

03 Februari 2013

Dari portal Kaltim Post disebutkan, reptilia bisa menjadi sahabat manusia. Sebagai contoh, ular phyton, sebab termasuk berdarah dingin, maka ular jenis ini semakin serting bersentuhan dengan manusia maka akan semakin jinak (penurut).

Pameran dan Kontes Reptil se-Balikpapan

Seperti saat diadakannya pergelaran kontes reptilia se-Balikpapan di atrium lantai dasar Balcony City, jalan Sudirman (Sabtu/2/2) mengundang perhatian pengunjung yang sudah ramai sejak pagi. Sengaja panitia memajang biawak, kura-kura, bayi ular, hingga ular dewasa di dalam boks kaca. Pameran satwa reptil ini adalah ajang yang rutin digelar setiap tahun oleh sebuah komunitas penyayang reptil, Maniak Reptilia Balikpapan (MRB).

Penilaian dari kontes ini mencakup beberapa kriteria, antara lain; kesehatan reptil, bentuk badannya, kebersihan, keaktifan, dan keunikan reptil. Salah satu juri dalam kontes ini, adalah Bang Samson asal Surabaya. Beliau adalah pecinta hewan reptil yang berpengalaman selama 20 tahun.

Tujuan Kontes Reptil se-Balikpapan
Reptilia merupakan satwa yang tidak perlu ditakuti, sebaliknya perlu disayangi. Secara taklangsung event ini bermaksud mendekatkan masyarakat secara individu dengan satwa reptil. Reptili bukan binatang biasa, dia bisa jadi sahabat meski tidak disangkal ada beberapa jenis ular berbisa yang berbahaya dan mematikan.

Hewan reptil semakin bergaul dengan manusia, akan semakin jinak. Itu karena sifat binatang reptil yang umumnya berdarah dingin. Salah satu hewan reptil yang menarik perhatian yaitu Retic Purple Albino, ular jantan ini merupakan ular terbesar yang ditampilan dalam event Reptil tersebut. Berusia lebih dari tiga tahun, dengan bobotnya hampir 50 kilogram. Merupakan hewan reptil hasil perkawinan silang antara ular albino dengan ular keturunan asli Indonesia. Keunikannya terletak pada motif batik pada kulit ular dengan memiliki unsur warna ungu yang sangat jarang terjadi.

Hewan reptil lain yang dipertontonkan dan mengikuti kontes antara lain; King Snake, yaitu ular berkepala lancip, ada pula Ball Python yang memiliki ciri-cirin bermotif batik yang memadukan antara warna cokelat tua dan cokelat muda.

"Saat masih kecil, Ball Python bisa digulung seperti bola sebab sifatnya yang cenderung bertahan, bukan penyerang," ~ Chatra Dewa MP, panitia Pameran dan Kontes Reptil se-Balikpapan

Selain ular, hewan reptil lain yang turut menarik perhatian adalah Varanus Indicus, seekor biawak hijau yang umumnya hidup di hutan dan pepohonan lebat. Biawak jenis lain yaitu Varanus Melinus, biawak yang kulitnya didominasi oleh warna kuning habitat asalnya dari Papua dan Merauke. Biawak dari Jawa pun takketinggalan memeriahkan event ini, Varanus Salvator Jawa warnanya gelap, memiliki motif batik berwarna kuning di tubuhnya.

Ada lagi Molu Albino, ketika tumbuh dewasa ular ini akan berwarna kuning, namun pada saat masih masih kecil berwarna oranye, dan bunglon mini berkulit warna- warni, cameleon.

Pameran dan Kontes Reptil se-Balikpapan

Dari portal Kaltim Post disebutkan, reptilia bisa menjadi sahabat manusia. Sebagai contoh, ular phyton, sebab termasuk berdarah dingin, maka ular jenis ini semakin serting bersentuhan dengan manusia maka akan semakin jinak (penurut).

Pameran dan Kontes Reptil se-Balikpapan

Seperti saat diadakannya pergelaran kontes reptilia se-Balikpapan di atrium lantai dasar Balcony City, jalan Sudirman (Sabtu/2/2) mengundang perhatian pengunjung yang sudah ramai sejak pagi. Sengaja panitia memajang biawak, kura-kura, bayi ular, hingga ular dewasa di dalam boks kaca. Pameran satwa reptil ini adalah ajang yang rutin digelar setiap tahun oleh sebuah komunitas penyayang reptil, Maniak Reptilia Balikpapan (MRB).

Penilaian dari kontes ini mencakup beberapa kriteria, antara lain; kesehatan reptil, bentuk badannya, kebersihan, keaktifan, dan keunikan reptil. Salah satu juri dalam kontes ini, adalah Bang Samson asal Surabaya. Beliau adalah pecinta hewan reptil yang berpengalaman selama 20 tahun.

Tujuan Kontes Reptil se-Balikpapan
Reptilia merupakan satwa yang tidak perlu ditakuti, sebaliknya perlu disayangi. Secara taklangsung event ini bermaksud mendekatkan masyarakat secara individu dengan satwa reptil. Reptili bukan binatang biasa, dia bisa jadi sahabat meski tidak disangkal ada beberapa jenis ular berbisa yang berbahaya dan mematikan.

Hewan reptil semakin bergaul dengan manusia, akan semakin jinak. Itu karena sifat binatang reptil yang umumnya berdarah dingin. Salah satu hewan reptil yang menarik perhatian yaitu Retic Purple Albino, ular jantan ini merupakan ular terbesar yang ditampilan dalam event Reptil tersebut. Berusia lebih dari tiga tahun, dengan bobotnya hampir 50 kilogram. Merupakan hewan reptil hasil perkawinan silang antara ular albino dengan ular keturunan asli Indonesia. Keunikannya terletak pada motif batik pada kulit ular dengan memiliki unsur warna ungu yang sangat jarang terjadi.

Hewan reptil lain yang dipertontonkan dan mengikuti kontes antara lain; King Snake, yaitu ular berkepala lancip, ada pula Ball Python yang memiliki ciri-cirin bermotif batik yang memadukan antara warna cokelat tua dan cokelat muda.

"Saat masih kecil, Ball Python bisa digulung seperti bola sebab sifatnya yang cenderung bertahan, bukan penyerang," ~ Chatra Dewa MP, panitia Pameran dan Kontes Reptil se-Balikpapan

Selain ular, hewan reptil lain yang turut menarik perhatian adalah Varanus Indicus, seekor biawak hijau yang umumnya hidup di hutan dan pepohonan lebat. Biawak jenis lain yaitu Varanus Melinus, biawak yang kulitnya didominasi oleh warna kuning habitat asalnya dari Papua dan Merauke. Biawak dari Jawa pun takketinggalan memeriahkan event ini, Varanus Salvator Jawa warnanya gelap, memiliki motif batik berwarna kuning di tubuhnya.

Ada lagi Molu Albino, ketika tumbuh dewasa ular ini akan berwarna kuning, namun pada saat masih masih kecil berwarna oranye, dan bunglon mini berkulit warna- warni, cameleon.

27 Januari 2013

Dalam rangka Tanggap Banjir Jakarta, Pemprov Riau berpartisipasi dengan mengirimkan bantuan berupa 8 (delapan) unit mobil MCK ke DKI Jakarta, Kamis (24/1). Beberapa pejabat yang hadir dalam pelepasan acara tersebut, antara lain; Kadis PU Provinsi Riau SF Haryanto, Kepala Biro Humas Sekdaprov Riau Chairul Riski, Karo Umum Rusli M.

Banjir Jakarta yang menelan kerugian hingga 20 triliun tentunya sangat terbantu dengan adanya sumbangan dari Pemprov Riau.

Partisipasi Pemprov Riau untuk Tanggap Banjir Jakarta

Dalam rangka Tanggap Banjir Jakarta, Pemprov Riau berpartisipasi dengan mengirimkan bantuan berupa 8 (delapan) unit mobil MCK ke DKI Jakarta, Kamis (24/1). Beberapa pejabat yang hadir dalam pelepasan acara tersebut, antara lain; Kadis PU Provinsi Riau SF Haryanto, Kepala Biro Humas Sekdaprov Riau Chairul Riski, Karo Umum Rusli M.

Banjir Jakarta yang menelan kerugian hingga 20 triliun tentunya sangat terbantu dengan adanya sumbangan dari Pemprov Riau.